ViralNews, PAREPARE — Polresta Parepare melakukan Press Release Kasus Tindak Pidana Pencabulan dan Persetubuhan Anak Dibawah Umur yang terjadi di wilayah hukum Polres Parepare.

Pelakunya pria berinisial NR (50), sedangkan korban perempuan inisial OR (12).

Press Release ini dilaksanakan di ruangan Sihumas Polres Parepare, Rabu (12/01/2022).

-Advertisement-

Press Release ini dipimpin oleh PS Kasi Humas Polres Parepare, IPDA Faesal, didampingi Kanit PPA Polres Parepare, Aipda Dewi Noya.

IPDA Faesal dan AIPDA Dewi. Anggota Polres Kota Parepare

IPDA Faesal menerangkan, barang bukti yang sudah didapatkan berupa 1 lembar celana pendek kaos merah, 1 lembar baju kaos warna hitam lengan pendek, 1 lembar celana dalam warna pink dan 1 lembar baju singlet warna biru.

Barang bukti

Terhadap tersangka atau pelaku tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, dikenakan dalam rumusan pasal sebagaimana di maksud pasal 81 ayat (1), (2) JO pasal 76D dan pasal 82 ayat (1) JO pasal 76E UU RI NO 35 tahun 2014 perubahan atas UU NO 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Kata Faesal, tersangka diancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima milyar) rupiah.

Faesal kemudian menjelaskan kronologis kejadian. Kata dia, pada akhir desember 2021, sekitar pukul 19.30, korban pulang dari bermain lewat depan tempat cukur.

Pada saat lewat, tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal menarik tangan kanan korban dan membawanya ke belakang tempat cukur.

Orang tersebut menyuruh korban untuk baring di atas rumput, kemudian membuka baju dan celana korban, lalu menyetubuhi korban.

Saat itu korban sempat berteriak, namun pelaku menutup mulut korban dengan menggunakan tangannya.

Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku memberikan uang Rp 100.000 kepada korban sembari berkata “ambilmi ini uang tapi jangko melapor ke orang-orang.”

Setelah pelaku meninggalkan korban, korban kembali memakai pakaiannya dan pulang ke rumah neneknya.

Pelaku sudah melakukan 2 kali persetubuhan dan 1 kali pencabulan terhadap korban.

Pada kejadian pertama pelaku memberikan uang Sebanyak Rp 100.000 dan kejadian kedua memberinya uang sebesar Rp 50.000.000.

Ditambahkan AIPDA Dewi, pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap anak di bawah umur dalam keadaan mabuk.

Kata Aipda Dewi, saat ini kondisi korban mengalami trauma dan masih dalam pendampingan P2TP2A.

“Kita juga mengimbau agar peran orang tua lebih ekstra mengawasi dan mengontrol anaknya, utamanya saat keluar malam,” tutupnya.

Facebook Comments
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here