ViralNews, Parepare — Petugas UPTD Parkir Dinas Perhubungan kota Parepare menegur sejumlah pedagang yang berjualan di area parkir belakang pasar lakessi, Jum’at (11/06/2021).

Para pedagang tersebut memarkir kendaraannya berupa mobil bak terbuka (pickup) dan difungsikan sebagai lapak untuk menggelar dagangannya.

Keberadaan mereka tentunya mengganggu pengunjung pasar lainnya yang membutuhkan tempat parkir.

-Advertisement-

Saat ditanya alasan mereka berjualan di area parkir tersebut, mereka mengatakan karena tarifnya tidak memberatkan.

Kata salah satu pedagang, kalau berdagang di lahan parkir, cukup membayar ongkos parkir ditambah biaya retribusi pasar.

“Kalau di luar (emperan jalan), harus bayar 500 ribu,” ujar pedagang tersebut.

Belum diketahui apakah penyewaan emperan jalan dalam kawasan pasar lakessi yang bertarif 500 ribu pertiap pedagang, bersifat resmi atau pungli.

Tapi menurut keterangan para pedagang, oknum yang menyampaikan jumlah tarif dan melakukan pungutan di tempat tersebut tidak menggunakan atribut atau tanda identitas dari instansi yang berwenang.

Tim Vinews masih berupaya menghubungi pihak UPTD Pasar Lakessi untuk mengklarifikasi keberadaan emperan jalan dalam kawasan pasar Lakessi yang dipersewakan tersebut.

Facebook Comments
- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. Perlu kami klarifikasi… Pihak UPTD Pasar langsung menindaklanjuti hal itu dan Kami
    . koordinasi langsung bersama pimpinan yg mengambil vidio tsb dimana yg mengambil vidio itu adalah pendamping bagian keaamanan parkir yg diberikan tugas dri Dishub.kepala UPTD Parkir….hrus mengetahui bhwa bagian parkir yg dimaksud pedagang itu adalah bagian tanggung jawab UPTD parkir juga… Krn mereka tetap menarik parkirannya… Hendaknya dia harus tau juga bhwa yg melakukan itu siapa pelakunya… Klo ada oknum maka itu tdk dibenarkan… Hal itu tdk dipertanyakan… … Kami bersma UPTD parkir punya tanggung jawab yg sma yakni melayani masyarakat dgn baik… Kt ini pelayan masyarakat…kt tdk boleh saling tuding menuding… Klo ada pungutan liar yg dilakukan oleh org tdk bertnggung jawab atau ada oknum yg melakukan hal itu… Kt tdk benarkan… Maka dri itu kami hrpkan masyarakt melaporkan hal itu siapa pelakux… supaya bisa diproses secara hukum dan akan mempertanggung jawabkan perbuatannya….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here